BRMP Sulawesi Barat Perkuat Pengendalian Mutu Produksi Benih Padi Melalui Rouging ke-2
POLEWALI MANDAR-Dalam upaya menjaga kemurnian genetik dan meningkatkan mutu benih, Tim Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Barat melaksanakan kegiatan Rouging ke-2 pada lahan produksi benih sumber padi di Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Barat serta didampingi oleh tim perbenihan, petani mitra, dan Pengawas Benih Tanaman (PBT) dari Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Provinsi Sulawesi Barat. Kehadiran PBT merupakan bagian dari pembinaan dan pengawasan teknis dalam proses produksi benih agar seluruh tahapan budidaya dilaksanakan sesuai dengan standar dan ketentuan sertifikasi benih.
Rouging ke-2 dilaksanakan pada fase pertumbuhan generatif, terutama menjelang hingga saat tanaman memasuki fase pembungaan. Pada tahap ini, identifikasi tanaman yang menyimpang dapat dilakukan dengan lebih akurat karena karakter varietas mulai tampak secara jelas. Kegiatan meliputi pemeriksaan seluruh hamparan untuk menemukan dan mencabut tanaman yang tidak sesuai dengan deskripsi varietas (off-type), tanaman yang berasal dari varietas lain (campuran varietas), tanaman dengan pertumbuhan abnormal, serta tanaman yang terserang hama dan penyakit yang berpotensi menurunkan kualitas benih.
Selain melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan rouging, PBT juga memberikan arahan teknis kepada petani dan tim pelaksana mengenai pentingnya menjaga kemurnian varietas sejak di lapangan. Pendampingan ini bertujuan memastikan setiap tanaman yang berpotensi menjadi sumber kontaminasi dapat diidentifikasi dan dieliminasi secara tepat sehingga standar mutu benih tetap terjaga hingga proses sertifikasi.
Rouging ke-2 juga bertujuan menghilangkan sumber kontaminasi sebelum proses penyerbukan berlangsung secara optimal. Tahapan ini menjadi sangat penting dalam produksi benih karena secara langsung memengaruhi tingkat kemurnian varietas yang merupakan salah satu persyaratan utama dalam sertifikasi benih sumber. Seluruh tanaman hasil rouging dikeluarkan dari areal pertanaman agar tidak memengaruhi mutu benih yang akan dipanen.
Pada musim tanam ini, varietas yang diproduksi adalah 32 HDB dengan target menghasilkan benih kelas SS (Stock Seed/Benih Pokok). Produksi benih kelas SS menuntut penerapan pengendalian mutu yang ketat pada setiap tahapan budidaya, mulai dari penggunaan benih sumber, isolasi lahan, pemeliharaan tanaman, pelaksanaan rouging secara berkala, hingga proses panen dan penanganan pascapanen.
Melalui pelaksanaan Rouging ke-2 yang dilakukan secara teliti, terintegrasi, dan sesuai dengan standar operasional produksi benih, diharapkan tingkat kemurnian genetik varietas tetap terjaga sehingga benih yang dihasilkan memenuhi standar mutu fisik, fisiologis, dan genetis. Sinergi antara BRMP Sulawesi Barat, PBT BPSB Provinsi Sulawesi Barat, dan petani mitra diharapkan mampu menghasilkan benih sumber berkualitas tinggi yang dapat menjadi sumber perbanyakan benih pada tahap berikutnya serta mendukung peningkatan produktivitas padi di Sulawesi Barat.(NK)